Individu, Keluarga, Masyarakat dan Urbanisasi
A. PENDAHULUAN
Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang hidup dalam kelompok dan
mempunyai organisme yang terbatas di banding jenis mahluk lain ciptaan Tuhan.
Untuk mengatasi keterbatasan kemampuan organisasinya itu, menusia mengembangkan
sistem-sistem dalam hidupnya melalui kemampuan akalnya seperti sistem mata
pencaharian, sistem perlengkapan hidup dan lain-lain. Dalam kehidupannya sejak
lahir manusia itu telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya.
Seandainya manusia itu hidup sendiri, misalnya dalam sebuah ruangan tertutup
tanpa berhubungan dengan manusia lainnya, maka jelas jiwanya akan terganggu.
Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain
disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial.
Dengan adanya naluri ini, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi
kehidupannya dan memberi makna kepada kehidupannya, sehingga timbul apa yang
kita kenal sebagai kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia
dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian manusia dikenal
sebagai mahluk yang berbudaya karena berfungsi sebagai pembentuk kebudayaan,
sekaligus apat berperan karena didorong oleh hasrat atau keinginan yang ada
dalam diri manusia yaitu :
- menyatu dengan manusia lain yang berbeda disekelilingnya
- menyatu dengan suasana dalam sekelilingnya
Pengertian Individu, Keluarga dan Masyarakat:
1. Individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas
di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola
tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai
persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek
psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu
aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku
menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma
kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan
ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
2. Keluarga
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh
bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas
pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang
mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya
sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga”
yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti
”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Pengertian Keluarga
- Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
- Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
- Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).
3. Masyarakat
![]() |
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang
berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti
berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena
adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai
perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang
merupakan kesatuan. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb
manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola
interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa
ahli sosiologi :
- menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran masyarakat, dsb.
- Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
- Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
- Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
Keluarga merupakan suatu wadah dimana orang-orang berkumpul dan
membentuk suatu kesatuan , keluarga sebagai tempat orang-orang bisa bercerita,
bercanda, dan melakukan aksi-aksi sosial lainnya. Biasanya kita mengenal
keluarga sebagai saudara yang terikat secara lahiriah dan batiniah, seperti
contoh : ayah, ibu, dan anak. Mereka disebut keluarga terikat secara lahiriah
dan batiniah. Akan tetapi, dalam suatu masyarakat, keluarga memiliki peranan
penting, mereka berkumpul dan membentuk suatu kelompok/komunitas yang akhirnya
mereka anggap sebagai keluarga.
Keluarga juga merupakan suatu komunitas kecil sebelum menjadi
masyarakat. Mereka dapat berkembang atau menghasilkan keturunan secara
terus-menerus sehingga membentuk keluarga besar. Di Indonesia dikenal dengan
penduduk yang ramah tamah dan memiliki sikap kekeluargaan yang kuat, gotong
royong serta kepedulian terhadap sesama bangsa Indonesiadari Sabang sampai Merauke,
dalam arti khusus keluarga dapat diartikan untuk membantu satu sama lainnya,
tidak memiliki sikap ego, pelit, dan sombong, berarti keluarga bukan hanya
diartikan sebagai satu perkumpulan kecil anggota masyarakat tetapi dapat
diartikan sebagai sikap toleransi dan menjunjung tinggi kebersamaan yang kuat.
B. URBANISASI
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
1. Kesimpulan
Urbanisasi merupakan salah satu gejala yang banyak menarik perhatian dewasa ini karena tidak hanya berkaitan dengan masalah demografi, tetapi juga mempunyai pengaruh penting terhadap proses pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi dapat mendorong pembangunan tetapi sebaliknya dapat juga menghambat pembangunan.
Urbanisasi merupakan suatu proses menuju ke kotaan dari rural menjadi urban, baik menyangkut kehidupan social ataupun pertambahan jumlah persentase penduduk diperkotaan yang diakibatkan oleh migrasi dari desake kota, pertumbuhan penduduk alami (natalitas) ,dan reklasifikasi desa perdesaan menjadi desaperkotaan, hal tersebut dapat berdampak padaperubahan ekonomi, social, kebudayaan, psikologimasyarakat serta fisik ( wilayah).
Urbanisasi saat ini sangat berkembang didaerah mana saja khususnya daerah pulau Jawa yang tingkat laju Urbanisasinya sangat cepat. Dan juga mempunyai dampak tersendiri dalam urbanisasi itu. Diantaranya memicu kejahatan dan tertanggunya lalu lintas dan sebagainya.
Urbanisasi merupakan suatu proses menuju ke kotaan dari rural menjadi urban, baik menyangkut kehidupan social ataupun pertambahan jumlah persentase penduduk diperkotaan yang diakibatkan oleh migrasi dari desake kota, pertumbuhan penduduk alami (natalitas) ,dan reklasifikasi desa perdesaan menjadi desaperkotaan, hal tersebut dapat berdampak padaperubahan ekonomi, social, kebudayaan, psikologimasyarakat serta fisik ( wilayah).
Urbanisasi saat ini sangat berkembang didaerah mana saja khususnya daerah pulau Jawa yang tingkat laju Urbanisasinya sangat cepat. Dan juga mempunyai dampak tersendiri dalam urbanisasi itu. Diantaranya memicu kejahatan dan tertanggunya lalu lintas dan sebagainya.
Faktor penarik
- Kehidupan kota yang lebih modern
- Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
- Banyak lapangan pekerjaan di kota
- Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
Keuntungan urbanisasi
- Memoderenisasikan warga desa
- Menambah pengetahuan warga desa
- Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
- Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Akibat urbanisasi
- Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
- Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
- Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
- Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
2. Saran – saran
- Disini perlu kebijakan yang tepat oleh Pemerintah dengan mengurangitingkat urbanisasi yang selalu ada agar tidak menggangu kegiatan – kegiatan yang ada serta untuk mengurangi tindakan kejahatan dalam dampaknya.
- Perlu pemerintah ketahui atau langsung survey ke daerah – daerah yang banyak melakukan kegiatan urbanisasi dan menanyakan apa sebab mereka melakukan urbanisasi itu dan tindak lajutnya bagaimana.
- Meningkatkan mutu daerah yang kurang memadaai atau dari segi ekonomi daerah itu masih kurang agar tidak terjadinya urbanisasi di kota – kota.
- Menciptakan lapangan kerja bagi pengangguran dan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang kurang terampil dalam hal bekerja agar para pengangguran tidak melakukan urbanisasi.
- Setiap urbanisasi pasti ada sebab dan akibatnya dan bagaimana caranya untuk mengatasi sebab dan akibat itu supaya tingkat urbanisassi akan semakin berkurang tapi begitu juga sebaliknya jika tidak ada turun tangan langsung oleh pemerintah maka urbanisasi akan sangat laju perkembangannya.


Komentar
Posting Komentar